01Apa yang memengaruhi borrowing power?
Income hanya permulaan. Lender juga menilai living expenses, credit limit, debts, dependants, jenis pekerjaan, dan buffer di atas actual rate.
Intinya: perubahan kecil pada credit card atau personal debt kadang mengubah capacity—tetapi minta panduan sebelum mengubah apa pun.
02Deposit dan LMI
Deposit 20% dapat menghindari LMI, tetapi bukan satu-satunya cara membeli. Beberapa lender dan program pemerintah menerima deposit lebih rendah.
Intinya: bandingkan biaya menunggu dengan biaya dan risiko membeli lebih cepat.
03Offset dibanding redraw
Keduanya dapat mengurangi bunga, tetapi akses, biaya, product rules, dan perlakuan penarikan di masa depan dapat berbeda.
Intinya: jika rumah mungkin menjadi investasi, tanyakan struktur kepada broker dan tax adviser sebelum memindahkan uang.
04Fixed, variable, atau split?
Fixed memberi kepastian untuk periode tertentu. Variable dapat lebih fleksibel. Split menggabungkan keduanya tetapi menambah kompleksitas.
Intinya: pilih berdasarkan rencana dan toleransi perubahan, bukan tebakan arah rate.
05Kapan refinancing layak?
Rate lebih rendah belum tentu memberi hasil lebih baik. Hitung discharge, application, break cost, risiko LMI, sisa term, dan total bunga.
Intinya: minta perbandingan dalam dollar dan break-even point yang realistis.
06Dasar foreign-buyer finance
Residency, visa, income currency, property type, FIRB, dan cash costs dapat mengubah pilihan lender maupun batas LVR.
Intinya: periksa eligibility sebelum menandatangani kontrak atau memilih properti.